Tingkat Pendidikan-Ekonomi dan Pekerja Seks

Apakah tingkat pendidikan rendah mendorong seseorang untuk melacurkan diri menjadi pekerja seks. Banyak stereotipe Perempuan Pekerja Seks (PPS) yang selalu dikaitkan dengan tingkat ekonomi yang rendah. Jika ada rencana pembubaran lokalisasi selalu muncul isu ekonomi. “Lalu Bapak mau memberi makan anak-anak saya dengan apa?”

Dari data perilaku yang dilakukan pada survei melalui program PMTS (Program Pencegahan HIV Melalui Transmisi Seksual) medio 2009-2010 didapatkan data bahwa sebagian besar responden (perempuan pekerja seks) mempunyai tingkat pendidikan SD atau lebih rendah seperti. Artinya segala intervensi yang berhubungan dengan pencegahan HIV dan infeksi menular seksual (IMS) bagi PPS harus disesuaikan dengan bahasa pengantar yang sesuai dengan kultur pendidikan yang diterima oleh PPS.

Mungkin sudah menjadi pemahaman umum bahwa tingginya angka prostitusi selalu dikaitkan dengan tingkat pendidikan. Walaupun ada juga perempuan pekerja seks yang berpindidikan sarjana atau lebih tinggi. Namun secara umum jika dikaitkan dengan masalah ekonomi, pendidikan merupakan dampak antara dari tingginya prostitusi. Data ini menjadi sangat penting, karena sangat berguna jika kita akan melakukan sebuah intervensi kepada pekerja seks yang notabene sebagian besar memiliki tingkat ekonomi dan pendidikan yang rendah, maka intervensi juga harus disesuaikan dengan kultur tingkat pendidikan dan ekonomi. Di satu sisi, mungkin fakta ini berguna jika memang ada tujuan untuk mengurangi prostitusi salah satunya adalah dengan meningkatkan pendidikan pada dearah-daerah kantong pekerja seks. Dari sudut pandang sosial, dapat dimaklumi jika perempuan dengan tingkat pendidikan rendah maka posisi tawar secara gender juga akan lebih rendah. Perempuan lebih cenderung untuk memposisikan dirinya dalam level masyarakat yang lebih rendah apabila tingkat pendidikannya juga rendah. Untuk itu perlu upaya-upaya peningkatan pendidikan yang searah dengan upaya peningkatan tingkat ekonomi.

Bagaimana dengan tingkat ekonomi? Ada yang bilang bahwa penyebab seseorang menjadi pekerja seks adalah karena faktor ekonomi. I dont think so. Ada sebuah daerah di Jawa Barat yang terkenalsebagai kantong penghasil PPS. Masalah yang selalu diutarakan di sana adalah karena faktor ekonomi. Namun ada juga daerah lain, di propinsi lain, yang tingkat ekonominyajauh lebih rendah dari dearha itu tapi tidak ada yang menjadi pekerja seks. Apakah kita bisa katakan bahwa ekonomi merupakan faktor yang mendorong orang untuk melacurkan diri?

Jika ekonomi dilihat sebagai salah satu faktor mungkin iya. Tapi faktor ini tidak bisa berdiri sendiri. Ada faktor budaya yang sepertinya memegang peranan cukup kuat. Perlu juga dilakukan intervensi budaya yang disesuaikan dengan sistematika budaya lokal.

Apakah Anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

2 thoughts on “Tingkat Pendidikan-Ekonomi dan Pekerja Seks

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *