Unsafe Abortion

Aborsi yang tidak aman dan kematian yang diakibatkan karena komplikasinya semakin banyak terjadi pada perempuan. Di negara-negara berkembang, aborsi yang tidak aman adalah penyebab dari komplikasi serius serta kecacatan dan merupakan penyebab utama kematian ibu. Meskipun telah ada upaya untuk mencapai Millenium Development Goal Target 5-5A, yaitu mengurangi sampai tiga perempat rasio kematian ibu antara tahun 1990-2015, namun persentase kematian ibu karena aborsi yang tidak aman tetap tidak mengalami perubahan, yaitu tetap pada angka 13%. Jumlah kasus aborsi tidak aman juga meningkat dengan semakin meningkatnya jumlah wanita usia reproduksi.
Meskipun angka kematian karena aborsi yang tidak aman telah mengalami penurunan dari 69.000 kasus pada tahun 1990, menjadi 47.000 kasus di tahun, namun resikonya masih cukup besar jika dikaitkan dengan angka kematian ibu. Diperkirakan di seluruh dunia pada tahun 2008 telah terjadi 21,6 juta kasus aborsi yang tidak aman dan semuanya hampir selalu terjadi di negara yang berkembang, termasuk Indonesia. Kecenderungan ini akan terus meningkat kecuali ditingkatkannya akses perempuan terhadap aborsi yang aman dan kontrasepsi serta dukungan untuk memberdayakan perempuan (termasuk kebebasan bagi perempuan untuk memutuskan kapan harus punya anak).

Apakah Anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *