Pendidikan Seks Pada Anak

Ketertarikan tentang seks adalah sebuah proses normal dalam perkembangan psikologis anak. Pendidikan seks pada anak akan membantu anak Anda memahami tentang tubuhnya sendiri dan lebih lanjut lagi mampu menciptakan body image yang positif tentang dirinya sendiri.  Mendiskusikan tentang seks kepada anak juga merupakan sebuah proses membentuk komunikasi terbuka. Komunikasi yang sifatnya dini, jujur dan terbuka antara orang tua dengan anak menjadi sangat penting, terutama ketika anak mulai atau telah beranjak remaja. Jika komunikasi antara anak dan orang tua dapat terjadi secara normal, anak akan lebih nyaman berbicara dengan orangtuanya tentang hal-hal lain, misalnya tentang depresi, relasi, penyalahgunaan zat dan alkohol. Sehingga bicara mengenai seks merupakan

Memulai komunikasi seksual dengan anak sedini mungkin akan membuat orang tua menjadi tidak gagap ketika anak memerlukan jawaban tentang seks di saat remaja. Anak juga akan mendapatkan informasi seks yang lebih akurat dari orangtuanya dibandingkan dengan mendapatkan informasi dari teman atau sumber lain. Komunikasi dan diskusi ini bisa dimulai dari semenjak dini dan bisa dimulai dengan pengalaman yang dilihat, misalnya ketika melihat seseorang yang hamil orang tua bisa menjelaskan tentang kehamilan dan proses persalinan serta bagaimana asal muasal seorang bayi. Anak-anak yang lebih kecil, misalnya balita, akan lebih tertarik kepada kehamilan dan proses persalinan dibandingkan dengan proses hubungan seksual. Dengan mulai membuka komunikasi seks dengan anak, memungkinkan orang tua untuk menanamkan nilai-nilai keluarga kepada anak. Misalnya dengan menanamkan nilai bahwa hubungan seksual seharusnya dan lebih aman apabila dilakukan di dalam area perkawinan.

 

Para orang tua seharusnya tidak hanya mengandalkan kepada sekolah tentang pendidikan seks. Kenyataannya banyak sekolah yang sama sekali tidak menyentuh aspek pendidikan seks dan tidak pernah membicarakannya kepada anak didik. Jika anak diajarkan pendidikan seks di sekolah, orang tua harus bersama-sama me-review kembali materi tersebut di rumah, agar komunikasi seksual dapat terjalin antara orang tua dengan anak.  Anak akan mendapatkan kesempatan menanyakan tentang seksualitas, karena kemungkinan pendidikan yang diperoleh di sekolah tidak cukup waktu untuk melakukan komunikasi dua arah antara guru dengan murid. Komunikasi dua arah yang efektif dan efisien sebaiknya dilakukan antara orang tua dengan anak.  Informasi yang didapat dari teman juga harus dilakukan cross check kembali dengan orang tua, bisa saja informasi ini salah dan justru berbahaya.  Meskipun informasi tentang seks cukup banyak di media, namun seringkali dan sebagian besar informasi ini kurang relevan karena tidak mengedepankan aspek relasi, emosional dan romantisme seksual. Akibatnya banyak sekali kejadian tindak kekerasan yang tidak jarang melibatkan remaja atau anak-anak baik sebagai obyek atau subyek kekerasan.

Banyak penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang terpapar pornografi melalui media akan menjadi lebih rentan untuk berhubungan seks pada umur yang semakin dini. Pendidikan seks tidak berhubungan dengan timbulnya promiskuitas. Anak-anak yang mendapatkan pendidikan seks di rumah cenderung lebih tidak melakukan hubungan seksual yang berisiko dibandingkan dengan anak yang tidak pernah mendapatkan pendidikan seks oleh orang tuanya. Sehingga menjadi sangat bijak bila Anda mematikan televisi dan ajaklah anak berbicara mengenai seks. Komunikasi terbuka tentang seks pada anak-anak adalah kegiatan yang menyehatkan dan sangat bermanfaat untuk jangka panjang. Memang pada awalnya orang tua akan merasa canggung ketika akan mulai berbicara tentang seks. Namun begitu orang tua mendapatkan kepercayaan dari anak untuk berbicara seks, komunikasi terbuka akan semakin mudah. Remaja adalah sebuah pribadi yang sangat privat. Mereka akan sangat menjaga privacy nya. Sehingga mengajak anak berbicara seks sebelum beranjak remaja akan semakin memudahkan komunikas seksual diantara anak dengan orang tua apabila dibandingkan Anda mengajak komunikasi seks pada anak ketika bernajak remaja.

Komunikasikan kembali apa yang diketahui anak dan dicocokkan kembali dengan pemahaman orang tua. Karena bisa saja apa yang dipahami anak sangat berbeda dengan apa yang seharusnya dipahami dalam seksualitas. Tanyakan kembali pemahaman anak dan berikan kesempatan kepada anak untuk menanyakan apa yang kurang jelas tentang seksualitas. Jangan berkesan meremehkan atau mentertawakan pertanyaan dari anak, bagaimanapun konyolnya pertanyaan tersebut. Buat orang tua mungkin terkesan bahwa pertanyaan tersebut sangat konyol, namun bagi anak mungkin itu adalah pertanyaan yang sangat penting. Sehingga akan membuat kecewa anak apabila pertanyaan penting tersebut tidak mendapatkan respon seperti yang diharapkan.

Sebaiknya memulai seks di saat usia yang masih sangat muda. Jangan kemudian orang tua berpikir bahwa mengajarkan seks kepada anak harus memberikan semua  informasi kepada anak. Berikan informasi sesuai dengan kebutuhan anak.  Setiap anak mungkin berbeda, namun berikut adalah usia dan materi diskusi apa saja yang sebaiknya dibicarakan mengenai seks kepada anak.

Bayi sampai umur dua tahun
Anak harus mampu menyebutkan organ genital nya dengan bahasa yang netral. Sebagian besar anak umur dua tahun sudah mampu membedakan antara laki dan perempuan.

Umur dua sampai lima tahun
Anak harus mampu memahami tahapan reproduksi yang paling dasar, bagaimana bayi berkembang di uterus dan bagaimana proses persalinanya. Anak harus diajarkan bahwa anggota tubuh anak adalah miliknya sendiri dan bersifat privat. Ajarkan bahwa orang lain tidak boleh memegang organ genitalnya. Dalam usia ini anak diajarkan untuk melindungi dirinya sendiri.

Umur lima sampai delapan tahun
Anak harus mampu memahami tentang perbedaan antara heteroseksual, homoseksual atau biseksual. Mereka juga harus mampu memahami seksualitas dalam sebuah hubungan. Dalam usia ini anak juga harus memahami peraturan dasar tentang privacy, nudity dan hormat-menghormati dalam sebuah hubungan. Anak juga harus mulai diajarkan tentang pubertas. Pengetahuan tentang kesehatan reproduksi termasuk pengetahuan tentang apa saja peran dari hubungan seksual, terutama peran tentang aspek prokreasi.

Umur delapan sampai dua belas tahun
Pada umur ini, anak yang akan beranjak remaja harus diajarkan tentang hubungan seks yang aman dan tentang kontrasepsi. Anak harus diajarkan tentang apa saja yang bisa membuat sebuah relasi positif dan apa saja yang bisa memperburuk relasi. Anak harus mampu memilih tentang seks dan seksualitas di media tentang apa mitos dan fakta, realistik atau tidak. Pada usia ini anak biasanya mulai khawatir tentang ukuran organ seksual nya. Anak akan khawatir tentang ukuran penis dan payudaranya> jelaskan kepada anak bahwa ini adalah sebuah fase normal dalam pubertas, dan pubertas secara lengkap akan terjadi ketika masanya tiba.

Usia remaja, tiga belas sampai delapan belas tahun
Pada usia ini akan sangat sulit memulai membicarakan seks dengan anak.

 

Beberapa pertanyaan dan jawaban yang mungkin bisa Anda praktekkan ketika sedang mendiskusikan seksualitas dengan anak

Apa itu ereksi ?
Jawaban Anda : penis pada anak laki-laki biasanya lunak. Namun kadang-kadang penis akan menjadi tegang saat banyak aliran darah yang menuju ke penis, dan inilah yang kemudian disebut dengan ereksi. Waktu terbaik untuk menjelaskan tentang ereksi adalah saat pagi hari, dimana biasanya penis anak akan ereksi pada saat bangun tidur. Ini juga mungkin bisa dipergunakan orang tua untuk menjelaskan tentang fenomena mimpi basah.

Apa itu menstruasi ?
Jawaban Anda : Ada masanya disaat seorang anak perempuan menjadi dewasa dan mampu untuk hamil. Jelaskan juga bahwa menstruasi adalah sebuah periode yang umum dalam sebuah siklus reproduksi perempuan. Anda harus menjelaskan bahwa seseorang yang sudah mengalami menstruasi artinya sudah mampu untuk menjadi hamil. Harus juga dijelaskan dari mana salnya perdarahan dan tentang kebersihan organ reproduksi pada saat menstruasi.

Bagaimana orang berhubungan seks ?
Jawaban Anda : Jujurlah dengan pertanyaan ini. Anda harus ecara jujur mengatakan bahwa hubungan seks terjadi ketika seorang pria memasukkan penis kedalam seorang perempuan, atau sebaliknya. Untuk lebih mudah Anda bisa menggunakan ilustrasi atau diagram agar anak lebih mampu memahami. Pada kesempatan ini sampaikan juga mengenai seks yang aman dan kapan waktu yang ideal seseorang untuk berhubungan seks.

Dapatkan dua orang perempuan atau dua orang pria berhubungan seks ?
Jawaban Anda : Anda harus secara jujur menjelaskan pAndangan Anda terhadap homoseksualitas. Disini Anda bisa menanamkan nilai-nilai keluarga yang ingin Anda sampaikan. Namun sampaikan juga pandangan bahwa meskipun nilai keluarga Anda tidak setuju dengan homoseksualitas, anak harus tetap menghormati pilihan orientasi seks orang lain.

Apa itu masturbasi ?
Jawaban Anda : Banyak anak-anak usia dua sampai lima tahun akan mulai tertarik dengan organ seksualnya sendiri. Anak laki mungkin akan memegang-megang penisnya dan nampak seperti masturbasi, sedangkan anak perempuan mungkin juga akan mengelus-elus vaginanya. Yakinkan pada anak Anda bahwa ada suatu aktifitas yang disebut dengan masturbasi. Jangan salahkan aktifitas ini, karena bisa memberikan pandangan negatif anak terhadap seksualitas. Katakan pada anak bahwa masturbasi itu adalah sebuah aktifitas yang juga banyak dilakukan oleh orang lain (sekitar 95% orang dewasa melakukan mastrurbasi), namun yang perlu diyakinkan adalah bahwa masturbasi adalah sebuah proses yang sangat privat. Apabila anak melakukan masturbasi secara terbuka, harus disampaikan bahwa itu bukanlah tindakan positif dalam seksualitas. Bahwa seksualitas itu adalah sebuah area privat yang tidak boleh dilakukan dimuka publik.

 

Tanggungjawab reproduksi

Bicarakan kepada Anak Anda tentang konsekuensi emosi dan fisik ketika nantinya anak menjadi aktif secara seksual. Jelaskan juga dampak dari kehamilan, infeksi menular seksual dan berbagai perasaan yang diakibatkan dari sebuah relasi seksual. Mendiskusikan isu-isu ini dapat membantu anak Anda dalam depresi masa remaja dan mempersiapkan aspek emosi saat anak menjadi  siap dan aktif secara seksual. Pada saat ini juga dibicarakan mengenai perkawinan dan keluarga, bahwa tanggung jawab reproduksi merupakan sebuah tanggung jawab yang holistik antara aspek rekreasi dan prokreasi. Keseimbangan antara kedua aspek tadi merupakan salah satu komponen terpenting dari tanggung jawab reproduksi.  Selain Anda menyampaikan bahaya dan konsekuensi dari seks, Anda juga harus menyampaikan tentang keindahan seks. Anda harus mampu menjelaskan bagaimana seks akan menjadi indah apabila diwujudkan dalam sebuah komitmen.

 

Bagaimana jika pada saat dan tempat yang kurang tepat anak anak menanyakan tentang seks ? misalnya di tempat umum,…

Setiap hari adalah saat yang berharga

Gunakan kesempatan yang muncul setiap hari untuk membicarakan tentang seks. Momen-momen yang berharga ada kapanpun dam dimanapun. Jika ada anggota keluarga, tante atau bibi, yang sedang hamil gunakan kesempatan tersebut untuk membicarakan mengenai kehamilan dan bagaimana bayi kemudian berkembang di dalam rahim. Saat muncul iklan tentang produk-produk higienis feminis, Anda bisa menggunakan kesempatan tersebut untuk membicarakan mengenai menstruasi. Jika muncul pasangan yang sedang pacaran di televisi, Anda harus mengambil kesempatan tersebut untuk membicarakan mengenai relasi dan kasih sayang.

 

 

Tips-tips untuk membicarakan tentang seks kepada anak Anda

  1. Berpikirlah bagaimana Anda ingin seks itu diajarkan kepada anak Anda sebagaimana Anda ingin mengetahui tentang seks tersebut. Tanyakan kepada diri Anda sendiri jika Anda menjadi anak-anak, apa yang ingin Anda ketahui tentang seks.
  1. Berikan jawaban-jawaban yang sesuai dengan umur anak
    Berkan penjelasan sesuai dengan usia kedewasaan anak. Tidak perlu memberikan penjelasan terhadap apa yang tidak ditanyakan. Jangan membebani anak dengan berbagai informasi, karena justru bisa membiaskan pemahaman anak.
  2. Komunikasi selalu dua arah
    Ketika anak menanyakan tentang seks, secara lembut tanyakan kembali maksud pertanyan tersebut agar Anda tidak salah memberikan penjelasan. Cari tahu apa saja yang sudah mereka ketahui tentang hal yang ditanyakan dan darimana mereka memperoleh informasi tersebut. Disini Anda bisa melakukan koreksi terhadap semua informasi yang salah atau kurang tepat. Komunikasi dua arah akan memberikan Anda kesempatan berpikir dan tidak terburu-buru dalam memberikan informasi kepada anak.
  3. Jujur
    Anak-anak mampu mengetahui jika orang tuanya berkata tidak jujur. Jika ini terjadi, besar kemungkinan anak akan menjadi lebih tertutup di kemudian hari. Anak akan menjadi kapok untuk berbicara tentang seks kepada orang tuanya. Jika And atidak tahu tentang jawaban sebuah pertanyaan, jangan ragu untuk mengatakan sejujurnya kepada anak, dan katakan bahwa Anda bisa mencari jawabannya bersama-sama dengan anak.
  4. Membaca
    Untuk menjadi sex educator yang baik buat anak, tentu saja orang tua harus memiliki pengetahuan yang lebih tentang seksualitas. PAndangan yang cair dan tidak kaku tentang seksualitas akan membantu orang tua untuk mampu berkata jujur kepada anak.
  5. Anda memulai diskusi
    Beberapa anak memang terlahir sebagai seorang yang pemalu dan memang tidak akan banyak bertanya apapun tentang banyak hal. Dalam hal ini orang tua harus memulai pembicaraan terlebih dahulu.
  6. Tetaplah tenang
    Terkadang pertanyaan anak cukup mengejutkan bagi orang tua. Berusaha untuk tetap tenang dan menjaga bahas tubuh akan meyakinkan anak bahwa orang tuanya adalah role model yang tepat untuk seksualitas. Ketika anak menanyakan seksualitas di muka umum juga jangan menunjukkan ekpresi yang berlebihan, tetap tenang dan fokus pada pertanyaan anak. Jelaskan bahwa semua pertanyaan pasti akan dijawab, namun ada beberapa pertanyaan yang memang perlu dijawab secara privat.
  7. Ingatlah bahwa pendidikan seks adalah sebuah proses yang berkelanjutan
    Jangan ragu untuk terus selalu berdiskusi kepada anak Anda walaupun mereka sudah menginjak remaja. Karena proses komunikasi harus selalu terjadi.
Apakah Anda menyukai artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *